Adakah di Dunia ini yang Masih Tulus?
Bekerja di atas kelemahan orang dan tidak tahunya seseorang.
Berkedok membantu, tapi sebenarnya meminta upah meski tidak menyebutkan angka yang harus dibayarkan.
Di perkotaan sulit menemukan orang yang tulus dalam membantu. Mereka pasti menginginkan upah. Istilah ini sering disebut makelar, calo, blantik dan lain sebagainya. Ini memungkinkan terjadi pada semua hal. Bahkan orang yang menunjukkan lokasi bengkel yang masih buka di malam hari kepada orang yang mobilnya mogok / macet di tengah jalan, dia meminta persen-an kepada mekanik bengkel dengan kata halus sebagai perantara. Meski mengatakan kalimat “TERSERAH” dengan tidak menyebutkan angka berapa ribu, namun seandainya mereka tidak diberi sesuatu baik berupa uang maupun sebungkus rokok, dapat dipastikan akan menggerutu dan mencibir kepada seprofesinya.
Bersukur memanglah sulit. Gaji pokok yang mereka terima dari kantor bekerjanya dianggap kurang meski sudah melebihi UMR. Ketidak bersyukurannya, hal ini mendorong untuk mencari pekerjaan di atas kelemahan orang yang sedang membutuhkan informasi karena tidak mengerti urutan jalur yang harus ditempuh.
Ini juga terjadi pada instansi pelindung maupun pengayom masyarakat, POLISI. Semisal, saat mengurus pembuatan Duplicate STNK, para pegawai sipil SAMSAT tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk me make-up biaya administrasi yang harus dikeluarkan.
Berawal dari ruang berkas, meminta uang sepuluh ribu. Tidak jelas tarif ini buat apa. Tanpa kwitansi, tanpa kalimat sepatah kata apapun alokasi uang ini. Langkah kedua, dilanjutkan ke ruang Chek Phisik. Kedatangan ke ruang ini atas rekomendasi petugas yang terdapat di ruangan berkas. Lagi-lagi hal serupa terjadi. Petugas meminta uang Dua puluh ribu. Dia juga tidak memberikan informasi tujuan pembayaran tersebut. Ini terbukti tidak adanya kwitansi mapun tanda bukti pembayaran yang telah diterima oleh pembayar.
Saran:
- Apabila ditanya oleh masyarakat, maka seluruh karyawan di seluruh ruangan kawasan SAMSAT, harus memberikan informasi urutan jalur yang telah ditetapkan. Tidak berkompromi untuk saling menjadi “pembantu orang lemah”.
- Apabila di setiap ruangan terdapat biaya administrasi, maka harus terdapat kwitansi pembayaran dan diberikan kepada pembayar. Seandainya memang ada uang jasa atas pemberian informasi, maka tetap adanya kwitansi. Ini bisa dilihat pada instansi kesehatan, yang terdapat nota pembayaran jasa konsultasi ke dokter.
- Apabila terdapat petugas yang melanggar, maka diberikan sanksi khusus. Bahkan apabila diperlukan untuk diberhentikan. maka mengeluarkan dari pekerjaannya merupakan solusi yang tidak salah. Tujuannya adalah mengembalikan dan meningkatkan kepercayan dan masyarakat terhadap citra instansi kepolisian yang menjadi pengayom masyarakat dan bukan penyimpan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.







1 komentar:
Tentunya masih ada. Belajarlah ikhlas ... pasti engaku akan bisa mendapatkan perempuan cantik. Lihat film Kiamat Udah Dekat
Posting Komentar